Posted by: beraona | December 15, 2011

SIAPA YANG MENJADI BRUTUS..?

Golkar Kota Kupang akhirnya mendepak Viktor ‘Veky’ Lerik, SE. Karier politik anak kesayangan mantan Walikota SK Lerik itu akhirnya berakhir antiklimaks. Berawal dari sikapnya memangkas Rp33 miliar item dari RAPBD 2011, Veky jadi bulan-bulanan. Kewibawan sebagai Ketua DPRD pun meredup. Golkar merasa malu kadernya  gagal memimpin DPRD Kota. Pertanyaannya; apakah hanya karena sikap ngotot Veky ini yang membuatnya harus didepak? Apakah ada faktor lain? Musdalub mencopot Veky dan menunjuk Dan Adoe sebagai Ketua antarwaktu.Juga merekomendasikan memberhentikan Veky Lerik dari Golkar. Siapa yang menjadi Brutus (pengkianat)?

Di Kota Kupang saat ini, sejarah sedang memasuki episode mencemaskan. Walikota Kupang Drs Daniel Adoe sedang mencoba mengulur waktu untuk kejatuhannya yang tragis. Litani pemerintahan Kota Kupang dibawah kepemimpinan Duo Dan sedang mengalami ujian sesungguhnya. Daniel Adoe pun sedang memantik amarah Veky Lerik dan massa fanatiknya. Sejatinya, Veky Lerik sedang tersinggung ketika dirinya dipecat dari Partai Golkar Kota Kupang, setelah Musdalub berhasil memilih Daniel Adoe sebagai Ketua antarwaktu.

Ini sebagai konsekuensi logis dari sikap Veky Lerik sebagai Ketua Badan Anggaran DPRD Kota Kupang, memangkas sedikitnya Rp 30 miliar dari RAPBD TA 2011 yang diajukan Pemkot, dalam hal ini Dan Adoe. Veky Lerik pun jadi bulan-bulanan. Dan Adoe dengan kaki tangannya di DPRD Kota mulai menskenario mosi tidak percaya kepada Veky Lerik. Hasilnya, Veky makin terjepit. Ruang politiknya untuk bergerilya dibatasi. Peran politk lebih dimainkan PDIP dan Partai Demokrat yang duduk sebagai Wakil Ketua DPRD. Disinilah perseteruan politik antara Dan Adoe dan Veky Lerik menjadi terang benderang. Kalau ditarik jauh ke belakang, tentu ini ada tarikan kepentingan yang linear dengan dendam Daniel Adoe terhadap ayahanda Veky Lerik, almarhum SK Lerik. Tak jelas, tapi fakta politik ini bisa membuat banyak pihak menganalisa kalau Dan Adoe masih punya dendam dengan SK Lerik, yang kini dilampiaskan terhadap Veky Lerik.

Di bursa suksesi Kota Kupang tahun 2006, Dan Adoe menjadi ikon politik hebat karena merasa menjadi penyelamat bagi Kota Kupang. Dan Adoe berhasil menghipnotis warga Kota Kupang bahwa dialah yang paling bersih, dan pantas menjadi Walikota. Ia sukses memang. Tapi, tentu dengan trik yang juga licik. Gara-gara membongkar dana Rp30 miliar yang didepositokan SK Lerik ke Bank Bukopin, Dan Adoe menjadi politisi yang laris manis saat itu. Meski dianggap menyalahi, tapi SK Lerik mendepositokan uang itu atas ijin Menteri Keuangan dan bank swasta yang ditunjuk saat itu adalah Bank Bukopin. Maka, uang Rp30 miliar yang dideposito oitu pun bernanak pinak. Buktinya, dari uang itu bisa membeli mobil dinas untuk kepentingan operasional di Kota Kupang ketika itu. Lah, bagaimana dengan Dan Adoe?

Sikap licik yang sama kembali dipertontonkan Dan Adoe. Tanpa persetujuan DPRD, ia menyimpan uang rakyat Kota Kupang di bank Sinar Mas senilai Rp 28 miliar. Begitu diributkan karena menyalahi aturan, apalagi tidak ada persetujuan dari Menteri Keuangan, belum lagi bank swasta itu baru seumur jagung di Kupang, Dan Adoe buru-buru mengklarifikasi. Termasuk bantahan kalau saving dana itu karena salah satu anak Dan Adoe adalah karyawan di Bank Sinar Mas. Tapi, publik sudah terlanjur merasa Dan Adoe sedang berbohong. Popularitas dan citra Duo Dan pun sedang ambruk, meski ia sedang gencar menebar pesona ke masyarakat untuk —konon kabarnya— kembali maju bertarung di pemilukada Kota Kupang tahun 2012. Keseringan Dan Adoe menyambangi akar rumput ini berbeda jauh dengan sikapnya selama ini yang pada akhir pekan selalu keluar Kota, entah ke Jakarta, Bali atau Jogja, untuk weekend bersama seluruh keluarganya, termasuk pembantu. Ada informasi yang santer beredar, Dan Adoe punya rumah mewah di Jakarta dan di dua kota besar lainya. “Info ini memang masih perlu konfirmasi tapi, ini bukan lagi kabar burung bagi masyarakat Kota Kupang,” ujar seorang warga kota yang mengaku dekat dengan keluarga Walikota Dan Adoe.

Manuver politik Dan Adoe menebar pesona ke akar rumput ini beralasan, karena saat ini ia sedang menjadi Ketua Antarwaktu DPD II Partai Golkar Kota Kupang, yang tentu saja menjadi pintu masuk paling aman bagi Dan Adoe. Soal pasangan calon wakil waikota, belum jelas siapa, tapi beredar kabar kalau DUO DAN akan maju lagi.  DUO DAN jilid II. Sementara Veky Lerik, yang juga jauh-jauh hari sudah menyatakan akan maju sebagai calon wailikota, harus gigit jari karena peluang politik itu sudah tidak ada, meski ia masih tetap sesumbar untuk maju dari pintu Golkar. Akankah Daniel Adoe merelakan itu untuk Veky Lerik? Alama….

Dari peta politik ini, jelas terlihat, perseteruan Dan Adoe dan Veky Lerik belum berujung. Rivalitas keduanya tentu bakal panas hingga pemilukada Kota Kupang tahun depan. Veky menjadi tumbal dari permainan politik yang sistematis dari orang-orang yang merasa terancam dengan posisi Veky Lerik sebagai Ketua DPRD, sekaligus Ketua DPD II Golkar Kota Kupang. Karena itu, sebelum terlanjur, nasib politik Veky Lerik  langsung diamputasi. Tapi, publik sendiri bisa membaca siapa yang sedang menjadi pembohong dan pengkhianat (brutus) dalam case politik ini. Apakah Dan Adoe masih punya nyali politik untuk membujuk warga Kota yang sudah terlanjur benci karena banyak program hanya janji doang….Mampukah DUO DAN membalikan suasana bathin masyarakat Kota yang sudah terlanjur kecewa di sisa waktu kepemimpinan mereka? Ataukah Veky Lerik yang akan merebut momentum politik ini dengan caranya sendiri? Entahlah. Hanya waktu yang bisa menjawabnya secara eksak. +++ jdz


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: